INI perkembangan menarik sebenarnya. Semua orang tahu, pasar Indonesia (untuk segala komoditas!) amat potensial. Termasuk produk-produk internet. Dan, membaca blognya Rendy (serta mencoba sendiri, tentunya), aksioma itu menjadi semakin jelas.
Apa yang terjadi pada Friendster, atau Wordpress sebenarnya hal yang biasa, dalam arti, yah, sekarang ada bermacam alat analisis trafik. Pasti dari bacaan statistik pengunjung dari Indonesia cukup banyak, makanya dirasa perlu untuk membuat para netters Indonesia semakin nyaman dengan layanan bahasa Indonesia.
Namun, yang menjadi tantangan sekali lagi adalah perihal padanan bahasa/kata yang masih gelagapan, seperti yang disinggung Rendy. Mesti ada editor bahasa untuk situs-situs itu (meski Wordpress Indo sudah cukup oke menurut hemat saya.)
Hal lainnya adalah semacam paradoks. Bukankah salah satu “tujuan” media online adalah menjangkau audiens yang lebih luas? Jadi, kalau ada semacam pelokalan bagi layanan-layanan jejaring sosial atau layanan blog (WP atau seperti pada blogdetik dan dagdigdug) bukankah malah mengerangkeng sifat sejati internet yang “global”?
Tapi “luas” pasti bermakna ambigu: memperluas audiens dalam negeri atau memperluas hingga mancanegara. Di luar pikiran usil saya, bagaimana pun saya suka jika layanan internet yang dikelola oleh “orang asing” mendukung bahasa Indonesia.
Topik: Bisnis media, Blog, Internet
Komentar Terbaru