Antara akan meluncurkan televisi berbayar

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara berencana bermain di bisnis televisi berbayar format digital pada tahun depan. Aksi bisnis ini untuk mendukung konsolidasi keuangan perusahaan.

Berita dari sini.

Wah, apakah nanti format siarannya adalah televisi berita? Bukan apa-apa, survei rating Nielsen selalu menempatkan televisi berita di peringkat bawah, apalagi ini? Sudah berita, berbayar pula. Meski, tentu saja, soal rating masih bisa diperdebatkan.

Buktinya CNN, ESPN, dan lain-lainnya tetap laris ;)

Kompas Update akan tutup?

Itu yang saya dengar dari beberapa teman. Hmm, apakah ini menjadi pertanda senjakala bagi koran-koran “sore”?

Bahasa Indonesia pada Friendster dan Wordpress

INI perkembangan menarik sebenarnya. Semua orang tahu, pasar Indonesia (untuk segala komoditas!) amat potensial. Termasuk produk-produk internet. Dan, membaca blognya Rendy (serta mencoba sendiri, tentunya), aksioma itu menjadi semakin jelas.

Apa yang terjadi pada Friendster, atau Wordpress sebenarnya hal yang biasa, dalam arti, yah, sekarang ada bermacam alat analisis trafik. Pasti dari bacaan statistik pengunjung dari Indonesia cukup banyak, makanya dirasa perlu untuk membuat para netters Indonesia semakin nyaman dengan layanan bahasa Indonesia.

Namun, yang menjadi tantangan sekali lagi adalah perihal padanan bahasa/kata yang masih gelagapan, seperti yang disinggung Rendy. Mesti ada editor bahasa untuk situs-situs itu (meski Wordpress Indo sudah cukup oke menurut hemat saya.)

Hal lainnya adalah semacam paradoks. Bukankah salah satu “tujuan” media online adalah menjangkau audiens yang lebih luas? Jadi, kalau ada semacam pelokalan bagi layanan-layanan jejaring sosial atau layanan blog (WP atau seperti pada blogdetik dan dagdigdug) bukankah malah mengerangkeng sifat sejati internet yang “global”?

Tapi “luas” pasti bermakna ambigu: memperluas audiens dalam negeri atau memperluas hingga mancanegara. Di luar pikiran usil saya, bagaimana pun saya suka jika layanan internet yang dikelola oleh “orang asing” mendukung bahasa Indonesia.

Inspirasi bikin majalah.

SADARKAH Anda, dalam beberapa tahun belakangan banyak muncul majalah baru? Mulai dari majalah yang tematis seperti tentang satu spesies tanaman, majalah-majalah otomotif, olahraga, dan lain-lain.

Sekarang kayaknya kelihatan sekali kalau para pemodal itu membidik pasar-pasar niche. Bayangkan saja, majalah bertema anthurium saja bisa berpuluh jumlahnya.

Udah ah. Sebenarnya cuma mau kasih tahu kalau ada situs bagus buat mencari inspirasi desain dan tema majalah. Atau kabar-kabar seputar majalah. Memang sih, konteksnya memang Amerika, tapi tak ada salahnya dicoba. Silakan kunjungi di sini. Pengelolanya kebetulah adalah salah satu blogger favorit saya.

Media Indonesia akan luncurkan versi siang

KORAN Media Indonesia akan meluncurkan versi siangnya. Mirip Kompas Update.

Rencananya, Jumat besok (22/2) akan dilakukan uji coba internal. Senin (25/2) baru akan dilansir kepada publik.

Saya tidak begitu detail mengamati tren bisnis surat kabar. Namun, yang saya dengar, penjualan koran-koran sore termasuk Sindo dan Kompas Update tidak begitu menggembirakan. Lalu, kenapa MI mengikuti langkah ini?

Majalah Playboy Indonesia, masih terbitkah?

Ada yang tahu kabarnya? Terakhir saya dengar masih beredar di Bali.

Lowongan reporter/presenter di Antv

Berminat menjadi jurnalis televisi? Jangan lupa baca persyaratan nomor 7 ya…

Stasiun Televisi ANTV membuka kesempatan untuk menjadi Reporter-Presenter dengan kualifikasi sebagai berikut:

  1. Wanita, sarjana S-1
  2. Usia maksimal 30 Tahun, kondisi fit dan bernampilan menarik
  3. Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik
  4. Berminat pada isu-isu lingkungan (mempunyai latar belakang aktif di organisasi lingkungan adalah nilai tambah)
  5. Berwawasan lingkungan yang baik
  6. Bersedia ditugaskan ke luar kota untuk waktu yang lama
  7. Berani dan tidak fobia binatang
  8. Komunikatif, bertutur secara gamblang dan mudah dicerna

Kirimkan lamaran dan CV peminat ke email:

aburhanan@an.tv

Departemen Current Affairs: Gedung Sentra Mulia lt.19, Jl HR Rasuna Said Kav X-6 No.8 Jakarta 12940

Lamaran paling lambat diterima 15 February 2008

Trans TV Siap Berkibar Lagi di Tahun 2008

Setelah meraih posisi yang sangat baik dan mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun, pada tahun 2007 Trans TV justru mengalami penurunan posisi yang signifikan pula. Share dan rating Trans TV melorot tajam dari posisi akhir 2006 sebesar rating 2.0 dan share 13.3 menjadi rating 1.9 dan share 13.1.

Penurunan itu tentu berpengaruh pada tidak tercapainya target revenue yang ditetapkan manajemen. Untunglah, berkat image Trans TV yang cukup kuat selama ini, akhir tahun 2007 ditutup dengan revenue Rp 1,178 trilyun atau 98,18 persen dari target.

Ini tentu tetap suatu pencapaian yang luar biasa, jika mengingat berbagai keterbatasan fasilitas dan peralatan, serta tingginya angka turn over karyawan yang dialami Trans TV. Itulah sebabnya, meski target revenue tak tercapai, Komisaris Utama Trans TV, Chairul Tanjung, dalam Rapat Kerja Trans Corp di Bandung (17-19 Januari 2008), menjanjikan akan menyisihkan Rp 15 milyar untuk bonus karyawan Trans TV tahun 2008 ini.

Baca selengkapnya »

Belanja Iklan 2007 Bergeser dari Media TV ke Suratkabar

Para pemasang iklan pada tahun 2007 telah menggeser porsi belanja iklannya, dari media televisi ke media suratkabar. Itulah yang bisa disimpulkan dari data Adex, yakni belanja iklan yang dihitung berdasarkan rate card, dengan mengenyampingkan faktor diskon dan bonus yang diperoleh masing-masing pengiklan.

Data dari Nielsen Media Research menunjukkan, belanja iklan untuk media TV tahun 2007 adalah Rp 23,121 trilyun, atau meningkat 13 persen dari belanja iklan tahun 2006 yang mencapai Rp 20,51 trilyun. Meski demikian, jika dibandingkan dengan belanja iklan pada jenis media lain, persentase belanja iklan untuk media TV justru merosot, dari 69 persen (2006) menjadi 66 persen (2007). Baca selengkapnya »

Pergeseran Share Stasiun-stasiun TV Swasta 2007

Industri pertelevisian nasional tahun 2007 diwarnai dengan kompetisi yang semakin brutal di antara stasiun-stasiun TV swasta. Hal ini ditandai dengan “pembajakan” yang gencar, terhadap sumberdaya manusia (SDM) terlatih dan kalangan profesional antar stasiun TV. Karena kurang cepatnya menanggapi kondisi persaingan, Trans TV, misalnya, termasuk stasiun TV yang paling menderita, karena banyaknya aksi “pembajakan” SDM terlatih tersebut.

Dari pengamatan sekilas terhadap komposisi pasar (share) stasiun-stasiun TV swasta, pada akhir 2007, juga terlihat adanya pergeseran posisi yang cukup tajam. Sejumlah stasiun TV merosot posisinya, sedangkan sejumlah stasiun TV yang lain naik posisinya secara tajam. Indosiar adalah contoh stasiun TV yang menikmati kenaikan tajam itu. Baca selengkapnya »

Tags

Berita Asia Blogging

Kolom Asia Blogging

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)