You're here: My Media Blogging » IndoMedia Blog
Dua wartawan Indonesia yang melakukan peliputan di kota Rafah, perbatasan Mesir-Palestina, pada Jumat sekira pukul 10.00 waktu setempat (17.00 WIB) sempat diiterogasi oleh tentara Mesir, bahkan sempat ditodong senjata AK-47 yang sudah terkokang karena dianggap intelijen Israel. “Kami dikira intelijen Israel, dan selama proses interogasi, ditodong senjata AK-47 sampai proses perundingan dengan komandan berpangkat kapten, waktunya kurang lebih setengah jam,” kata Hanibal Widada Yudya Wijayanta, wartawan ANTV kepada ANTARA News di Rafah, Jumat. Antara
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
ISU lama sebenarnya :)
Anggota Media Watch Surabaya Jawa Timur Tjuk Suwarsono menegaskan, masyarakat memiliki hak mengkritik media massa cetak maupun elektronik berkaitan dengan semua materi yang diberitakan media. “Kritik akan memunculkan timbal balik antara masyarakat sebagai konsumen dengan media,” katanya dalam acara sosialisasi UU No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik di Bojonegoro, Kamis. Antara
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kunci meroketnya popularitas Prabowo calon presiden (capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) adalah iklannya yang lugas dan jelas. Sementara iklan Soetrisno Bachir (SB) dinilai sebaliknya.
Itu menurut pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali. Memang sih, iklan Gerindra yang mengatakan mengangkat kaum petani dan usaha kecil menengah terasa lebih to the point, ketimbang, misalnya, yang muter-muter.
Menurut peneliti LSI Dodi Lombardi, berkat iklan itu, popularitas Gerindra meningkat 3,2 persen (dibandingkan sebelum ada iklan?). Menurut Dodi pula, media televisi lebih efektif dibandingkan media radio dan media cetak. Bagaimana dengan iklan SBY (dan Partai Demokrat) di halaman depan Kompas beberapa waktu lalu? Entahlah. Yang saya tahu konon iklan itu dibicarakan di kalangan internal Kompas ;)
Jadi, bagi para kandidat presiden, ayo bikin iklan yang lugas. Nggak usah terlalu lama durasinya, yang penting fokus.
Sumber: Detik.com
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Iklan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) di SCTV dan RCTI melanggar UU. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun melakukan teguran terhadap dua stasiun televisi tersebut. “Suratnya sudah kita layangkan hari ini,” kata Koordinator Desk Penyiaran KPI Pusat Muhammad Izzul Muslimin.
Lho, kenapa alasannya?
Iklan kedua partai tersebut melanggar UU No 10/2008 tentang Pemilu. Dalam pasal 95 ayat (1) UU tersebut dikatakan bahwa batasan maksimum pemasangan iklan kampanye pemilu di televisi untuk setiap peserta pemilu secara kumulatif sebanyak 10 spot berdurasi paling lama 30 detik untuk setiap stasiun televisi setiap hari selama masa kampanye. Artinya, untuk setiap stasiun televisi, durasi iklan satu partai maksimal 5 menit per hari.
Owalah, saya malah nggak memerhatikan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
AKHIRNYA ada juga yang menyuarakan soal ini ke ruang publik.
Pemberitaan kasus pembunuhan berantai dengan tersangka Very Idam Henyansyah (30) alias Ryan telah melebar ke mana-mana, hingga menelanjangi sisi gelap kehidupan pribadi orangtuanya. Pengamat menilai, media gagal bersikap proporsional untuk kasus Ryan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
KORAN baru yang dimaksud adalah Koran Jakarta dan BusinessDaily, sedangkan koran “baru” adalah Kompas Update dan Media Indonesia siang.
Beberapa minggu/bulan terakhir saya tidak melihat keberadaan koran-koran itu di tingkat eceran. Apakah memang targetnya adalah sistem berlangganan?
O ya, ada kabar baru, yakni terbitnya majalah kesehatan Prevention di Indonesia. Pemegang lisensinya adalah sebuah perusahaan media raksasa di Indonesia ;)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara berencana bermain di bisnis televisi berbayar format digital pada tahun depan. Aksi bisnis ini untuk mendukung konsolidasi keuangan perusahaan.
Berita dari sini.
Wah, apakah nanti format siarannya adalah televisi berita? Bukan apa-apa, survei rating Nielsen selalu menempatkan televisi berita di peringkat bawah, apalagi ini? Sudah berita, berbayar pula. Meski, tentu saja, soal rating masih bisa diperdebatkan.
Buktinya CNN, ESPN, dan lain-lainnya tetap laris ;)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Itu yang saya dengar dari beberapa teman. Hmm, apakah ini menjadi pertanda senjakala bagi koran-koran “sore”?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
INI perkembangan menarik sebenarnya. Semua orang tahu, pasar Indonesia (untuk segala komoditas!) amat potensial. Termasuk produk-produk internet. Dan, membaca blognya Rendy (serta mencoba sendiri, tentunya), aksioma itu menjadi semakin jelas.
Apa yang terjadi pada Friendster, atau Wordpress sebenarnya hal yang biasa, dalam arti, yah, sekarang ada bermacam alat analisis trafik. Pasti dari bacaan statistik pengunjung dari Indonesia cukup banyak, makanya dirasa perlu untuk membuat para netters Indonesia semakin nyaman dengan layanan bahasa Indonesia.
Namun, yang menjadi tantangan sekali lagi adalah perihal padanan bahasa/kata yang masih gelagapan, seperti yang disinggung Rendy. Mesti ada editor bahasa untuk situs-situs itu (meski Wordpress Indo sudah cukup oke menurut hemat saya.)
Hal lainnya adalah semacam paradoks. Bukankah salah satu “tujuan” media online adalah menjangkau audiens yang lebih luas? Jadi, kalau ada semacam pelokalan bagi layanan-layanan jejaring sosial atau layanan blog (WP atau seperti pada blogdetik dan dagdigdug) bukankah malah mengerangkeng sifat sejati internet yang “global”?
Tapi “luas” pasti bermakna ambigu: memperluas audiens dalam negeri atau memperluas hingga mancanegara. Di luar pikiran usil saya, bagaimana pun saya suka jika layanan internet yang dikelola oleh “orang asing” mendukung bahasa Indonesia.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
SADARKAH Anda, dalam beberapa tahun belakangan banyak muncul majalah baru? Mulai dari majalah yang tematis seperti tentang satu spesies tanaman, majalah-majalah otomotif, olahraga, dan lain-lain.
Sekarang kayaknya kelihatan sekali kalau para pemodal itu membidik pasar-pasar niche. Bayangkan saja, majalah bertema anthurium saja bisa berpuluh jumlahnya.
Udah ah. Sebenarnya cuma mau kasih tahu kalau ada situs bagus buat mencari inspirasi desain dan tema majalah. Atau kabar-kabar seputar majalah. Memang sih, konteksnya memang Amerika, tapi tak ada salahnya dicoba. Silakan kunjungi di sini. Pengelolanya kebetulah adalah salah satu blogger favorit saya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/