← Kembali ke halaman depan

Republik Mimpi Lecehkan Pemimpin

ITU judul salah satu surat pembaca di Koran Tempo, Selasa (12/6). Saya rasa ini bukan protes pertama atas acara yang ditayangkan oleh stasiun MetroTV itu. Dalam surat pembaca juga dikutip kritik KSAD Jenderal Djoko Santoso atas acara ini.

Well, soal kritik Jenderal Djoko itu sebenarnya sudah “dismash” oleh Presiden Republik Mimpi. Bunyi protes sang jenderal (seperti dikutip oleh “Presiden”) kira-kira begini:

Kita harus mencontoh Korea dan China. Mereka amat menghormati pemimpin, tapi tak segan-segan untuk menghukum mati bila pemimpin itu bersalah.

Lalu jawaban sang “Presiden” adalah:

Jika ada satuuuu saja, satuuuu saja, pemimpin yang dihukum di sini, maka acara ini pasti akan kami tutup!

Ada beberapa hal di sini yang bisa jadi catatan. Pertama, protes Pak KSAD jelas “salah alamat” karenanya menjadi bumerang. Kedua, saya salut dengan cara pengelola acara, khususnya Effendi Ghazali dalam mengemas acara ini.

Dalam wawancara dengan Kompas Minggu (10/6), Effendi sedikit “mengkritik” Wimar Witoelar terkait “pemecatan” dirinya dari acara Gubernur Kita di JakTV. Menurutnya, Wimar terkesan “berjuang sendiri” dengan kekritisannya. Karenanya, Effendi menyelipkan kliping-kliping koran seputar isu yang sedang digadang-gadang, sehingga membuat kritiknya seperti didukung oleh publik. Dalam poin ini saya harus angkat jempol pada doktor komunikasi ini.

Ketiga, dan rasanya tidak ada perdebatan, salah satu fungsi media adalah menjadi semacam suar yang bisa menjangkau setiap lapis masyarakat akan isu-isu krusial yang menyangkut kehidupan masyarakat. Alhasil, soal mirip-miripan hanya bagian dari bagaimana cara mengemas informasi.

Saya rasa sampai sejauh ini masih oke-oke saja.

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. muhlis

    Memperihatinkan sekali para pemimpin di negeri ini. Para pemimpinnya merasa berhak melakukan kebijakan apa saja yang penting kepentingan perut mereka aman. Saya merasa acara republik Mimpi malah bukan satu kali dalam seminggu.Harusnya setiap hari dan di semua stasiun televisi.Sehingga para pemimpin negeri ini tidak berbuat semaunya sendiri.Dan kritikan yang ada di Republik Mimpi tdak akan efektif bila pemerintah tidak diajak serta.Seharusnya pemimpin dinegeri ini justru menggiatkan program seperti itu.Sehinga mereka malu dengan rakyatnya!!.Hidup News.com

    September 12th, 2007 at 11:55 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)