You're here: My Media Blogging » IndoMedia Blog » Article: Republik Mimpi Lecehkan Pemimpin

Republik Mimpi Lecehkan Pemimpin

Firman Firdaus — June 12, 2007 / 6:14 pm

ITU judul salah satu surat pembaca di Koran Tempo, Selasa (12/6). Saya rasa ini bukan protes pertama atas acara yang ditayangkan oleh stasiun MetroTV itu. Dalam surat pembaca juga dikutip kritik KSAD Jenderal Djoko Santoso atas acara ini.

Well, soal kritik Jenderal Djoko itu sebenarnya sudah “dismash” oleh Presiden Republik Mimpi. Bunyi protes sang jenderal (seperti dikutip oleh “Presiden”) kira-kira begini:

Kita harus mencontoh Korea dan China. Mereka amat menghormati pemimpin, tapi tak segan-segan untuk menghukum mati bila pemimpin itu bersalah.

Lalu jawaban sang “Presiden” adalah:

Jika ada satuuuu saja, satuuuu saja, pemimpin yang dihukum di sini, maka acara ini pasti akan kami tutup!

Ada beberapa hal di sini yang bisa jadi catatan. Pertama, protes Pak KSAD jelas “salah alamat” karenanya menjadi bumerang. Kedua, saya salut dengan cara pengelola acara, khususnya Effendi Ghazali dalam mengemas acara ini.

Dalam wawancara dengan Kompas Minggu (10/6), Effendi sedikit “mengkritik” Wimar Witoelar terkait “pemecatan” dirinya dari acara Gubernur Kita di JakTV. Menurutnya, Wimar terkesan “berjuang sendiri” dengan kekritisannya. Karenanya, Effendi menyelipkan kliping-kliping koran seputar isu yang sedang digadang-gadang, sehingga membuat kritiknya seperti didukung oleh publik. Dalam poin ini saya harus angkat jempol pada doktor komunikasi ini.

Ketiga, dan rasanya tidak ada perdebatan, salah satu fungsi media adalah menjadi semacam suar yang bisa menjangkau setiap lapis masyarakat akan isu-isu krusial yang menyangkut kehidupan masyarakat. Alhasil, soal mirip-miripan hanya bagian dari bagaimana cara mengemas informasi.

Saya rasa sampai sejauh ini masih oke-oke saja.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. muhlis

    Memperihatinkan sekali para pemimpin di negeri ini. Para pemimpinnya merasa berhak melakukan kebijakan apa saja yang penting kepentingan perut mereka aman. Saya merasa acara republik Mimpi malah bukan satu kali dalam seminggu.Harusnya setiap hari dan di semua stasiun televisi.Sehingga para pemimpin negeri ini tidak berbuat semaunya sendiri.Dan kritikan yang ada di Republik Mimpi tdak akan efektif bila pemerintah tidak diajak serta.Seharusnya pemimpin dinegeri ini justru menggiatkan program seperti itu.Sehinga mereka malu dengan rakyatnya!!.Hidup News.com

    September 12th, 2007 at 11:55 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Anggraeni — Ass,wr.wb koq yang dibahas hy lowongan wartawan aja? apakah lowongan utk karyawan hospitality (hotel) ada? kalo ada, hub. siapa n bgm ...
  • info bisnis — salut buat kompas dehh.sukses selalu.
  • info usaha — ok bos,ditunggu postingan selanjutnya.
  • info bisnis — asik..asik..asik..uptodate trus nih kita bos.tengs.sukses selalu bos.berita bisnis nya di tunggu nih.
  • DIANA AMBARWATI — Malang, 12 September 2009 Perihal : Lamaran Pekerjaan Kepada Yth. Bapak/Ibu Manajer Personalia di TEMPAT Dengan hormat, Berdasarkan informasi yang saya baca dari situs internet bahwa ...
  • budi — saya mhasiswa smester 3,.jurusan broadcasting di jakarta,.saya ingin sekali bergabung dengan antv,. menjadi cameramen,apakah sayabisa bergabung di antv,..tolong di jwab???
  • informasi produk usaha — ya harus bgitu dong bos,biar media tetap bisa tau dan terkontrol.
  • Muh.Rafiq Sahempa — saya berminat bergabung menjadi kameramen/reporter antv, kegiatan saya sekarang sebagai kameramen/reporter produksi tv lokal didaerah jayapura .saya berminat bergabung di ...
  • Purwokerto Banyumas — bgitu ya bos,Bagaimanapun Indonesia KU Indonesia .
  • Cara Mencari Informasi di Internet — wiih tambah terus nih infonya...trims bos.