Pejabat harus langsung menghadapi media
KIRA-KIRA begitu terjemahan langsung artikel The Jakarta Post. Kebanyakan pejabat teras (pemerintahan maupun yang partikelir) biasanya memang menghindari temu muka dengan wartawan untuk kasus-kasus “miring” karena khawatir dikorek lebih dalam sehingga dikhawatirkan merusak reputasinya sebagai petinggi.
Tapi ya gimana lagi? Menurut saya sih saluran rilis pers sudah sesuai dengan kaidah komunikasi walau memang sangat tidak ideal. Cara menyiasatinya mungkin dengan membuat liputan-liputan investigatif untuk mengungkap fakta yang tersembunyi.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.