Mengapa media Indonesia ‘mendukung’ Soeharto?
- Mungkin karena karakter budaya timur yang ewuh-pakewuh.
- Mungkin karena beberapa media punya hubungan mesra dengan Cendana, bahkan menjadi pemilik saham mayoritas.
- Mungkin karena tidak berani mengambil risiko dituntut kalau terlalu kritis.
- Mungkin karena tidak memiliki data yang cukup kuat untuk bersikap kritis?
Ada ide lain?
PS: maksudnya media-media Indonesia ya, bukan (hanya) Media Indonesia.

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
uta
mungkin karena banyak merasa di untungkan oleh soeharto. dan inilah menurut saya penyebab utamanya. soalnya kalau ditanya pada mereka-mereka yang berda di Aceh dan menderita oleh DOM pada tahun 1980-an itu, pastilah banyak yang tidak senang.
kemudian yang kedua adalah, kembali ke gaya pemerintahan soeharto yang sangat militeristik. hal ini dapat menyebabkan ketergantungan. (sebagaimana halnya seorang anak yang sedari kecil setiap keputusannya di tentukan oleh orang tuanya, sehingga susah untuk mandiri dan membuat keputusan sendiri).
Lantas apa hubungannya ? yah jelas ada hubungannya. menilik dari “reformasi” yang dalam kacamata masyarakat awam tidak berhasil, ada fenomena dalam masyarakat bahwa mereka merindukan kembali masa-masa itu.
January 14th, 2008 at 11:09 am
halim
Yalah hal ini biasa saja,kan pemiliknya siapa dulu.Mungkin sang pemilik ini punya kontrak politik dengan HMS makanya suaranya lebih keras membela dan memuji HMS.Biarkan saja kan sekarang lagi bebas bersuara,kalo kita ndak suka dengan suaranya media indonesia ya ndak usah dibaca dan tidak usah dibeli.
March 31st, 2008 at 10:44 pm