You're here: My Media Blogging » IndoMedia Blog » Article: Belanja Iklan 2007 Bergeser dari Media TV ke Suratkabar

Belanja Iklan 2007 Bergeser dari Media TV ke Suratkabar

Para pemasang iklan pada tahun 2007 telah menggeser porsi belanja iklannya, dari media televisi ke media suratkabar. Itulah yang bisa disimpulkan dari data Adex, yakni belanja iklan yang dihitung berdasarkan rate card, dengan mengenyampingkan faktor diskon dan bonus yang diperoleh masing-masing pengiklan.

Data dari Nielsen Media Research menunjukkan, belanja iklan untuk media TV tahun 2007 adalah Rp 23,121 trilyun, atau meningkat 13 persen dari belanja iklan tahun 2006 yang mencapai Rp 20,51 trilyun. Meski demikian, jika dibandingkan dengan belanja iklan pada jenis media lain, persentase belanja iklan untuk media TV justru merosot, dari 69 persen (2006) menjadi 66 persen (2007).

Peningkatan belanja iklan sebaliknya justru terjadi untuk media suratkabar. Yakni, dari Rp 8,1 trilyun untuk tahun 2006 menjadi Rp 10,6 trilyun tahun 2007. Dilihat dari segi persentase, kenaikan belanja iklan untuk media suratkabar juga naik secara signifikan, dari 27 persen (2006) menjadi 30 persen (2007). Singkatnya, proporsi belanja iklan untuk media TV turun sebesar 3 persen, dan penurunan ini tampaknya karena pengiklan beralih ke media suratkabar.

Persentase pertumbuhan Adex industri TV juga tidak setinggi sebelumnya. Dari belanja iklan untuk media TV sebesar Rp 15,079 trilyun (2004) menjadi Rp 17,511 trilyun (2005), ada kenaikan 16 persen. Lalu ada kenaikan lagi sebesar 17 persen, dari tahun 2005 ke 2006. Sedangkan dari tahun 2006 ke 2007, cuma naik 13 persen.

Berbagai gambaran ini tentunya patut menjadi perhatian para pengelola stasiun TV, untuk berusaha meningkatkan perolehan iklannya pada 2008.

Dalam memilih media TV untuk belanja iklannya, pihak agency membagi stasiun-stasiun TV swasta yang ada dalam tiga tier. Tier 1: RCTI, SCTV, dan Trans TV. Tier 2: Indosiar, Trans-7, dan TPI. Tier 3: ANTV, Lativi, Global TV, dan Metro TV.

Di Tier 1, data dari berbagai sumber menunjukkan, perolehan revenue terbesar tahun 2007 masih dipegang RCTI dengan Rp 1,560 trilyun, atau naik 7 persen dari Rp 1,460 trilyun (2006). Urutan kedua dipegang SCTV dengan Rp 1,300 trilyun, atau naik 10 persen dari Rp 1,180 trilyun (2006).

Sedangkan Trans TV di urutan ketiga dengan revenue Rp 1,178 trilyun, atau naik 14 persen dari Rp 1,035 trilyun (2006). Patut dicatat di sini, meskipun nilai revenue yang diperoleh Trans TV tahun 2007 lebih kecil daripada RCTI atau SCTV, persentase kenaikannya adalah yang tertinggi, yaitu 14 persen.

Belum lagi bicara soal keuntungan bersih (net profit). Trans TV termasuk stasiun TV yang paling efisien dan paling kecil cost-nya dibandingkan RCTI dan SCTV. Maka, profit yang diterima Trans TV bisa jadi adalah yang terbesar di antara semua stasiun TV, meski revenue-nya masih di bawah RCTI dan SCTV. ***

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. iday

    ada data tentang persentase iklan di media cetak secara detail gak ?, seperti berapa persentase iklan baris dari Kompas ? berapa persentase iklan kolom ? dll yang berhubungan dengan iklan di media cetak. terima kasih ya atas infonya

    January 25th, 2009 at 1:11 pm

  2. dedeh sam

    ada yang bisa bantu kirimkan data best rating ANTV berikut persentasenya, dan biaya pasang iklan di ANTV ?,untuk bahan makalahku.Trims atas bantuannya

    June 2nd, 2009 at 5:56 pm

  3. getek damsex

    eh deh,adda nmedia tentang perkembangan musik di indonesia gak???

    minta laah..
    gw butuh banget nih . . .

    gw ada remedi di sekolah gw . . .

    tolong kirimin k’email w . .

    ok pllend !!!

    July 19th, 2009 at 11:54 am

  4. getek damsex

    eh deh,adda media akses tentang perkembangan musik di indonesia gak???

    minta laah..
    gw butuh banget nih . . .

    gw ada remedi di sekolah gw . . .

    tolong kirimin k’email w . .

    ok pllend !!!

    July 19th, 2009 at 11:55 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Anggraeni — Ass,wr.wb koq yang dibahas hy lowongan wartawan aja? apakah lowongan utk karyawan hospitality (hotel) ada? kalo ada, hub. siapa n bgm ...
  • info bisnis — salut buat kompas dehh.sukses selalu.
  • info usaha — ok bos,ditunggu postingan selanjutnya.
  • info bisnis — asik..asik..asik..uptodate trus nih kita bos.tengs.sukses selalu bos.berita bisnis nya di tunggu nih.
  • DIANA AMBARWATI — Malang, 12 September 2009 Perihal : Lamaran Pekerjaan Kepada Yth. Bapak/Ibu Manajer Personalia di TEMPAT Dengan hormat, Berdasarkan informasi yang saya baca dari situs internet bahwa ...
  • budi — saya mhasiswa smester 3,.jurusan broadcasting di jakarta,.saya ingin sekali bergabung dengan antv,. menjadi cameramen,apakah sayabisa bergabung di antv,..tolong di jwab???
  • informasi produk usaha — ya harus bgitu dong bos,biar media tetap bisa tau dan terkontrol.
  • Muh.Rafiq Sahempa — saya berminat bergabung menjadi kameramen/reporter antv, kegiatan saya sekarang sebagai kameramen/reporter produksi tv lokal didaerah jayapura .saya berminat bergabung di ...
  • Purwokerto Banyumas — bgitu ya bos,Bagaimanapun Indonesia KU Indonesia .
  • Cara Mencari Informasi di Internet — wiih tambah terus nih infonya...trims bos.