You're here: My Media Blogging » IndoMedia Blog » Etika
Dua wartawan Indonesia yang melakukan peliputan di kota Rafah, perbatasan Mesir-Palestina, pada Jumat sekira pukul 10.00 waktu setempat (17.00 WIB) sempat diiterogasi oleh tentara Mesir, bahkan sempat ditodong senjata AK-47 yang sudah terkokang karena dianggap intelijen Israel. “Kami dikira intelijen Israel, dan selama proses interogasi, ditodong senjata AK-47 sampai proses perundingan dengan komandan berpangkat kapten, [...]
ISU lama sebenarnya :) Anggota Media Watch Surabaya Jawa Timur Tjuk Suwarsono menegaskan, masyarakat memiliki hak mengkritik media massa cetak maupun elektronik berkaitan dengan semua materi yang diberitakan media. “Kritik akan memunculkan timbal balik antara masyarakat sebagai konsumen dengan media,” katanya dalam acara sosialisasi UU No.14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik di Bojonegoro, Kamis. Antara
Kunci meroketnya popularitas Prabowo calon presiden (capres) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) adalah iklannya yang lugas dan jelas. Sementara iklan Soetrisno Bachir (SB) dinilai sebaliknya. Itu menurut pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali. Memang sih, iklan Gerindra yang mengatakan mengangkat kaum petani dan usaha kecil menengah terasa lebih to the point, ketimbang, misalnya, yang muter-muter. Menurut peneliti [...]
Iklan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat (PD) di SCTV dan RCTI melanggar UU. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun melakukan teguran terhadap dua stasiun televisi tersebut. “Suratnya sudah kita layangkan hari ini,” kata Koordinator Desk Penyiaran KPI Pusat Muhammad Izzul Muslimin. Lho, kenapa alasannya? Iklan kedua partai tersebut melanggar UU No 10/2008 tentang Pemilu. Dalam pasal 95 [...]
AKHIRNYA ada juga yang menyuarakan soal ini ke ruang publik. Pemberitaan kasus pembunuhan berantai dengan tersangka Very Idam Henyansyah (30) alias Ryan telah melebar ke mana-mana, hingga menelanjangi sisi gelap kehidupan pribadi orangtuanya. Pengamat menilai, media gagal bersikap proporsional untuk kasus Ryan.
Mungkin karena karakter budaya timur yang ewuh-pakewuh. Mungkin karena beberapa media punya hubungan mesra dengan Cendana, bahkan menjadi pemilik saham mayoritas. Mungkin karena tidak berani mengambil risiko dituntut kalau terlalu kritis. Mungkin karena tidak memiliki data yang cukup kuat untuk bersikap kritis? Ada ide lain? PS: maksudnya media-media Indonesia ya, bukan (hanya) Media Indonesia.
KIRA-KIRA begitu terjemahan langsung artikel The Jakarta Post. Kebanyakan pejabat teras (pemerintahan maupun yang partikelir) biasanya memang menghindari temu muka dengan wartawan untuk kasus-kasus “miring” karena khawatir dikorek lebih dalam sehingga dikhawatirkan merusak reputasinya sebagai petinggi. Tapi ya gimana lagi? Menurut saya sih saluran rilis pers sudah sesuai dengan kaidah komunikasi walau memang sangat tidak ideal. [...]
APAKAH ada yang memerhatikan? Sejak menerbitkan rubrik khusus tentang perubahan iklim (terkait event ini), artikel utama Kompas di rubrik tersebut selalu ditempel iklan, minimal dua iklan. Iklan tersebut dipasang tanpa pagar (firewall) sama sekali, yang membatasi antara isi berita dengan iklan, dan menjadi salah satu kewajiban dalam kaidah jurnalistik yang sehat. Entah kebetulan atau tidak, klien [...]
MENARIK membaca komentar mantan menteri sekretaris negara Yusril Ihza Mahendra di blog Yulian Firdaus. Dalam komentar yang panjang lebar Yusril menyinggung soal media massa kita yang masih belum bisa bersikap independen dan menjaga keseimbangan pemberitaan. Masyarakat kita belum sepenuhnya kritis, dan tidak jarang dengan begitu mudah opini mereka dipengaruhi oleh pemberitaan, editorial, dan sejenisnya. Semua informasi [...]
SEDANG ada apa ya di dunia media nusantara? Kontroversi pemuatan tulisan M Guntur Romli? Ah, itu kan memang pekerjaannya, cara dia mencari uang: memancing kontroversi. Lalu, bagaimana Kompas bisa meloloskan artikel yang jelas bernuansa SARA itu? Ya, mungkin itu juga menjadi salah satu cara Kompas mencari uang? :p
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server