You're here: My Media Blogging » IndoMedia Blog » Koran
KORAN baru yang dimaksud adalah Koran Jakarta dan BusinessDaily, sedangkan koran “baru” adalah Kompas Update dan Media Indonesia siang. Beberapa minggu/bulan terakhir saya tidak melihat keberadaan koran-koran itu di tingkat eceran. Apakah memang targetnya adalah sistem berlangganan? O ya, ada kabar baru, yakni terbitnya majalah kesehatan Prevention di Indonesia. Pemegang lisensinya adalah sebuah perusahaan media raksasa di [...]
Itu yang saya dengar dari beberapa teman. Hmm, apakah ini menjadi pertanda senjakala bagi koran-koran “sore”?
KORAN Media Indonesia akan meluncurkan versi siangnya. Mirip Kompas Update. Rencananya, Jumat besok (22/2) akan dilakukan uji coba internal. Senin (25/2) baru akan dilansir kepada publik. Saya tidak begitu detail mengamati tren bisnis surat kabar. Namun, yang saya dengar, penjualan koran-koran sore termasuk Sindo dan Kompas Update tidak begitu menggembirakan. Lalu, kenapa MI mengikuti langkah ini?
Para pemasang iklan pada tahun 2007 telah menggeser porsi belanja iklannya, dari media televisi ke media suratkabar. Itulah yang bisa disimpulkan dari data Adex, yakni belanja iklan yang dihitung berdasarkan rate card, dengan mengenyampingkan faktor diskon dan bonus yang diperoleh masing-masing pengiklan. Data dari Nielsen Media Research menunjukkan, belanja iklan untuk media TV tahun 2007 adalah [...]
Mungkin karena karakter budaya timur yang ewuh-pakewuh. Mungkin karena beberapa media punya hubungan mesra dengan Cendana, bahkan menjadi pemilik saham mayoritas. Mungkin karena tidak berani mengambil risiko dituntut kalau terlalu kritis. Mungkin karena tidak memiliki data yang cukup kuat untuk bersikap kritis? Ada ide lain? PS: maksudnya media-media Indonesia ya, bukan (hanya) Media Indonesia.
JUMAT lalu, untuk pertama kalinya Kompas Update diluncurkan. Ini merupakan upaya mereka untuk mengejar isu-isu semenjak dini hari sampai tengah hari yang tidak sempat diliput. Edisi ini dijual dengan harga eceran Rp1.000 dan tidak ada opsi berlangganan. Meski agak terlambat–Seputar Indonesia sudah melakukannya–upaya ini patut diapresiasi. Namun, pada edisi Update pertama masih ada “pengulangan isu” dari edisi [...]
APAKAH ada yang memerhatikan? Sejak menerbitkan rubrik khusus tentang perubahan iklim (terkait event ini), artikel utama Kompas di rubrik tersebut selalu ditempel iklan, minimal dua iklan. Iklan tersebut dipasang tanpa pagar (firewall) sama sekali, yang membatasi antara isi berita dengan iklan, dan menjadi salah satu kewajiban dalam kaidah jurnalistik yang sehat. Entah kebetulan atau tidak, klien [...]
SEDANG ada apa ya di dunia media nusantara? Kontroversi pemuatan tulisan M Guntur Romli? Ah, itu kan memang pekerjaannya, cara dia mencari uang: memancing kontroversi. Lalu, bagaimana Kompas bisa meloloskan artikel yang jelas bernuansa SARA itu? Ya, mungkin itu juga menjadi salah satu cara Kompas mencari uang? :p
Koran Tempo dan SCTV telah menjalin kerja sama untuk peliputan berita. Kabar ini saya dapatkan dari berita foto di Koran Tempo 3-4 hari lalu (agak basi ya? :D). Sebenarnya saya mau langsung tulis soal itu setelah saya melihat berita tersebut, tapi karena satu dan lain hal jadi tertunda. Saya coba tanyakan soal ini kepada salah seorang [...]
Berminat bekerja di Brunei? Koran The Brunei Times membuka lowongan untuk beberapa posisi. Wartawan (cukup) senior Indonesia, Sirikit Syah, sudah pindah ke sana. Konon gajinya menggiurkan lho…
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server