Digitalisasi Siaran dan Prioritas Menkominfo Baru

Comments Firman Firdaus — June 18, 2007 / 3:25 pm

Pemerintah menargetkan, 15 tahun ke depan operator siaran (radio dan tv) hijrah ke sistem digital.

Kebijakan itu untuk mengurangi beban industri sehingga mereka bisa menggunakan perangkat siaran sampai usianya habis. “Penyelenggara industri penyiaran harus dapat menyelenggarakan simulcast atau pemancaran bersama antara siaran analog dan digital dengan kanal yang berbeda,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, M. Nuh, dalam rapat di gedung MPR/DPR, Jakarta. Sumber: Tempointeraktif.

Saya tidak tahu persis, bagaimana dampak digitalisasi siaran ini terhadap pemirsa, dan berita itu sendiri tidak merinci signifikansi perpindahan sistem tersebut.

Sebenarnya yang perlu menjadi perhatian Menkominfo yang baru adalah perihal penertiban siaran-siaran yang merusak, yang masih sering kita lihat.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Republik Mimpi Lecehkan Pemimpin

1 comment Firman Firdaus — June 12, 2007 / 6:14 pm

ITU judul salah satu surat pembaca di Koran Tempo, Selasa (12/6). Saya rasa ini bukan protes pertama atas acara yang ditayangkan oleh stasiun MetroTV itu. Dalam surat pembaca juga dikutip kritik KSAD Jenderal Djoko Santoso atas acara ini.

Well, soal kritik Jenderal Djoko itu sebenarnya sudah “dismash” oleh Presiden Republik Mimpi. Bunyi protes sang jenderal (seperti dikutip oleh “Presiden”) kira-kira begini:

Kita harus mencontoh Korea dan China. Mereka amat menghormati pemimpin, tapi tak segan-segan untuk menghukum mati bila pemimpin itu bersalah.

Lalu jawaban sang “Presiden” adalah:

Jika ada satuuuu saja, satuuuu saja, pemimpin yang dihukum di sini, maka acara ini pasti akan kami tutup!

Ada beberapa hal di sini yang bisa jadi catatan. Pertama, protes Pak KSAD jelas “salah alamat” karenanya menjadi bumerang. Kedua, saya salut dengan cara pengelola acara, khususnya Effendi Ghazali dalam mengemas acara ini.

Dalam wawancara dengan Kompas Minggu (10/6), Effendi sedikit “mengkritik” Wimar Witoelar terkait “pemecatan” dirinya dari acara Gubernur Kita di JakTV. Menurutnya, Wimar terkesan “berjuang sendiri” dengan kekritisannya. Karenanya, Effendi menyelipkan kliping-kliping koran seputar isu yang sedang digadang-gadang, sehingga membuat kritiknya seperti didukung oleh publik. Dalam poin ini saya harus angkat jempol pada doktor komunikasi ini.

Ketiga, dan rasanya tidak ada perdebatan, salah satu fungsi media adalah menjadi semacam suar yang bisa menjangkau setiap lapis masyarakat akan isu-isu krusial yang menyangkut kehidupan masyarakat. Alhasil, soal mirip-miripan hanya bagian dari bagaimana cara mengemas informasi.

Saya rasa sampai sejauh ini masih oke-oke saja.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

SCTV membeli Indosiar?

3 comments Firman Firdaus — June 6, 2007 / 6:23 pm

DUA stasiun yang sedang lesu ini diberitakan akan bergabung.

Manajemen PT Surya Citra Televisi Tbk. menyatakan masih memikirkan rencana pembelian stasiun televisi Indosiar. Mereka mengaku masih berkonsentrasi untuk memperbaiki siaran dan program. Presiden Direktur PT Surya Citra Televisi Tbk. Fofo Sariaatmaja mengatakan tahu kabar pembelian Indosiar dari media. Namun, kata dia, kabar itu bisa menjadi masukan bagi manajemen untuk memikirkan kolaborasi atau gabungan dengan stasiun televisi lain sebagai bagian dari proses konsolidasi. “Bisa akan saling sinergi,” kata Fofo seusai acara penandatanganan program Pundi Amal SCTV dengan membuka Pelatihan Guru di Jakarta, Rabu (6/6). Sumber: Tempointeraktif.

Saat ini, Indosiar dan SCTV tidak memiliki program-program unggulan, kecuali mungkin Liputan6 di SCTV. Jika dibandingkan dengan pesaingnya, katakanlah kelompok MNC (RCTI, GlobalTV, TPI) atau Trans Corp. (TransTV, Trans7) jelas SCTV dan Indosiar harus bekerja lebih keras untuk bisa mengimbangi manuver pesaing-pesaingnya itu.

Apakah bergabungnya dua TV itu dapat mendongkrak performa keduanya? Kita lihat saja.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Blog para eks-karyawan Gramedia Majalah

3 comments Firman Firdaus — June 5, 2007 / 7:28 pm

Pembubaran tim redaksi KomputerAkt!f berbuntut munculnya blog yang mengakomodasi aspirasi para eks-karyawan. Apakah ini akan menjadi wadah bagi seluruh mantan karyawan Gramedia Majalah? Belum jelas juga. Halaman “About” juga cuma berisi keluh kesah berupa puisi:

kami hanya karyawan biasa bekerja di redaksi jarang ngerumpi yang tak perlukami mencintai pekerjaan ini tapi kami saksikan dan rasakan redaksi adalah kasta hina menjadi budak orang-orang bisnis

Alangkah baiknya jika blog ini dialihfungsikan menjadi semacam media informasi bagi para mantan karyawan itu. Baik informasi mengenai pekerjaan/proyek, atau sekadar wadah silaturahmi. Begitu lebih elegan.

Silakan kunjungi blog mereka.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

SCTV Dukung Pembatasan Tayangan Mistik dan Pornografi

Comments Firman Firdaus — May 28, 2007 / 2:24 pm

Masalahnya, acara yang begini justru ratingnya selalu tinggi. Televisi sebagai entitas bisnis sebenarnya tidak bisa disalahkan 100%. Pola pengasuhan dalam keluarga tetap nomor satu.

Pemimpin Redaksi SCTV Rosiana Silalahi menyatakan mendukung keputusan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang membatasi jumlah dan waktu tayangan mistik serta pornografi di televisi. Alasannya, program jenis itu paling banyak ditonton oleh anak-anak dan remaja. “(Tayangan) itu menghancurkan anak-anak, sangat tak mendidik,” katanya kepada Tempo kemarin. Peraturan KPI, menurut dia, tak akan membatasi isi siaran televisi. Sebaliknya, itu akan memacu kreativitas pelaku industri penyiaran dalam membuat tayangan yang berkualitas. “Pengiklan jangan khawatir rugi. Kami masih bisa membuat tayangan yang menghibur tanpa menghilangkan unsur mendidik,” ucap Rosiana. Sumber: Tempointeraktif

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Penutupan Majalah Berbasis Komputer/TI

Comments Firman Firdaus — April 27, 2007 / 3:33 pm

SATU lagi media berbasis komputer-tech-gadget ditutup. Sebelumnya, PCMedia di bawah payung Femina Group harus gulung tikar. Kini, KomputerAkt!f, majalah berlisensi VNU Inggris yang dibeli oleh grup Gramedia mengalami nasib sama.

Read full entry »

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Selamat datang di blog IndoMedia!

Comments Firman Firdaus — April 27, 2007 / 2:52 pm

Kami membahas situasi, isu, dan perkembangan media di Indonesia. Dari koran sampai internet. Mulai yang arus utama sampai yang alternatif.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL UPDATES

FEATURED POSTS

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

COMMENT

  • Mutiara Andalas — Sdr. Firman Firdaus, terima kasih berkenan memposting tulisan kemanusiaan tersebut di sini.
  • Daus — @Fahmi, awas kejedot.
  • ARFIAN — salam, saya sangat tertarik menjadi kontributor dari Trans TV, untuk wilayah Sumba Timur.NTT. ketrampilan yang saya miliki sbb: menguasai teknik capture dan video ...
  • bencis — hahaha... justru bisa jd presiden amerika karena HANYA 4 taun jd anak menteng.. coba lebih lamaaa.. boro2 senator.. pol2nya jd koruptor kelas teri...
  • andi triandowo — Hukum mati koruptor... Luar biasa! Di negeri China koruptor yang telah di vonis mati di eksekusi di depan umum. Biaya eksekusi, ...
  • M Fahmi Aulia — ngakak guling2
  • khristianto — ups...that's it, another kind of slight dictatorism. though it's just a jealousy to share the chance...In fact, dance has many ...
  • juswan setyawan — Tokoh Yudi mengingatkan kita kepada Obama. Masyarakat Indonesia tidak berkeberatan bahkan mendukung Yudi terlepas apakah ia menjadi calon independen atau ...
  • Raul Jennings — a6cxk661j1nbeqlz
  • Noko — Kalai kerja di TransTV lohat sini dulu http://transtvnews.blogspot.com/