Marinir dan Warga Bentrok, Lima Orang Tewas
Lima orang tewas dan tujuh lainnya luka terkena tembakan dalam bentrokan antara ratusan warga dan belasan anggota pasukan marinir di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur, kemarin.
Salah satu korban meninggal adalah bayi 3 tahun bernama Choirul bin Sutrisno. Dia tertembak saat digendong sang ibu, Mistin, 27 tahun, yang juga meninggal dengan luka tembak di bagian dada. Choirul tewas saat dioperasi di Rumah Sakit Syaiful Anwar, Kota Malang. Di dadanya bersarang peluru tajam senjata laras panjang.
Tiga korban tewas lainnya adalah Sutam, 45 tahun, Siti Khotijah (20), dan Rohman (41), semuanya dari Desa Alas Tlogo. “Siti Khotijah sedang hamil lima bulan,” tutur Sani, kerabat korban, di Rumah Sakit Syaiful Anwar.
Saksi mata di lokasi kejadian, Bura’i, yang masih kerabat Sutrisno, menerangkan Mistin dan Choirul tertembak ketika sedang berada di dalam rumah. “Peluru yang dilepaskan anggota marinir menerobos dinding kayu rumah Sutrisno,” kata Bura’i.
Insiden ini berawal pada kemarin pagi, ketika pasukan marinir dari Markas Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Laut di Grati menjaga lahan yang tengah menjadi subyek sengketa antara warga dan TNI Angkatan Laut.
Sejak pekan lalu, pasukan marinir memang intensif mengawasi lahan itu. Menurut Kepala Dinas Penerangan Komando Armada Timur Letnan Kolonel Tony Syaiful, sengketa tanah itu sebenarnya sudah selesai di tingkat pengadilan. “Pemenangnya TNI Angkatan Laut,” katanya.
Sumber: korantempo.com

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Panglima TNI Persilahkan Komnas HAM Selidiki Kasus Pasuruan — Jurnal Politik
[…] Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto mempersilahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyelidiki unsur pelanggaran HAM di Pasuruan. […]
May 31st, 2007 at 2:35 pm