You're here: My Media Blogging » Jurnal Politik » Article: Politik tempe dan harapan Mallika

Politik tempe dan harapan Mallika

Firman Firdaus — January 16, 2008 / 1:24 am

Media Indonesia Selasa (15/1) menulis editorial yang menarik terkait krisis kedelai nasional. Seperti diketahui, harga tempe sebagai produk kedelai utama naik hingga 150%. Ketersediaannya pun amat langka di pasaran.

Menariknya apa? Apa lagi kalau bukan “politisasi”-nya?

Menurut sang penulis editorial,

Masalah beras dan tempe menunjukkan Republik Indonesia adalah negara agraris yang memble. Memble, kata kamus, yaitu terkelepai ke bawah; bodoh, dungu. Mengapa? Jawabnya, tegas, karena negara ini tidak memiliki politik pertanian yang jelas. Bahkan, lebih tajam lagi, tidak punya arah ke mana negara hendak dibawa sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan yang pokok. Buktinya, gampang dan banyak. Negara membiarkan dan merestui sawah yang terbaik untuk padi digusur oleh realestat dan kawasan industri. Negara lebih memilih mengekspor gas, dengan mengorbankan pabrik pupuk di dalam negeri kelenger dan mampus. Negara tidak memberi insentif yang menggairahkan petani untuk menanam padi. Padahal, sebaliknya, dengan mengimpor beras, negara ini justru menghidupi petani negara lain. Kelangkaan kedelai adalah juga akibat politik pertanian yang tidak peduli pada kemampuan menghasilkan kedelai dalam negeri. Dari tahun ke tahun yang terjadi ialah produksi kacang kedelai lokal menurun dan semakin besar tergantung kepada impor. Tempe telah naik panggung politik menjadi masalah negara yang serius. Serius karena menunjukkan kedunguan negara. Dungu, tidak sanggup mengurus perkara elementer, yaitu lauk rakyat sehari-hari.

Mungkin ada yang terlewat dari editorial ini. Yakni, belakangan sudah dikembangkan produk kedelai asli, kedelai hitam (Mallika) secara besar-besaran di berbagai daerah. Dari informasi yang saya dapat, pengembangannya pun melibatkan banyak pihak. Mulai dari petani sampai ilmuwan yang terus mengembangkan produktivitasnya.

Mungkin agak terlambat, namun langkah ini mudah-mudahan bisa mengatasi secara pelan-pelan krisis kedelai Tanah Air.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Anggraeni — Ass,wr.wb koq yang dibahas hy lowongan wartawan aja? apakah lowongan utk karyawan hospitality (hotel) ada? kalo ada, hub. siapa n bgm ...
  • info bisnis — salut buat kompas dehh.sukses selalu.
  • info usaha — ok bos,ditunggu postingan selanjutnya.
  • info bisnis — asik..asik..asik..uptodate trus nih kita bos.tengs.sukses selalu bos.berita bisnis nya di tunggu nih.
  • DIANA AMBARWATI — Malang, 12 September 2009 Perihal : Lamaran Pekerjaan Kepada Yth. Bapak/Ibu Manajer Personalia di TEMPAT Dengan hormat, Berdasarkan informasi yang saya baca dari situs internet bahwa ...
  • budi — saya mhasiswa smester 3,.jurusan broadcasting di jakarta,.saya ingin sekali bergabung dengan antv,. menjadi cameramen,apakah sayabisa bergabung di antv,..tolong di jwab???
  • informasi produk usaha — ya harus bgitu dong bos,biar media tetap bisa tau dan terkontrol.
  • Muh.Rafiq Sahempa — saya berminat bergabung menjadi kameramen/reporter antv, kegiatan saya sekarang sebagai kameramen/reporter produksi tv lokal didaerah jayapura .saya berminat bergabung di ...
  • Purwokerto Banyumas — bgitu ya bos,Bagaimanapun Indonesia KU Indonesia .
  • Cara Mencari Informasi di Internet — wiih tambah terus nih infonya...trims bos.