Memaafkan-tidak memaafkan, apa bedanya?
PRESIDEN SBY mendapat pujian atas “ketegasannya” untuk tidak memberikan maaf kepada Soeharto dalam prosesi pemakaman mantan penguasa Orde baru itu.
Yang jadi masalah, di mana letak “urgensi” ketegasan itu? Bukankah mestinya semasa Soeharto hidup dahulu kasus ini digeber habis? Kenapa justru wacana ini digadang-gadang pasca wafatnya Soeharto?
Saya bukan pendukung barisan para pemaaf, tetapi sikap presiden kita ini ya benar-benar sikap seorang politikus yang gemar memanfaatkan momentum. Jika memang beliau berkomitmen untuk memberantas korupsi, mestinya sikap tegas juga ditujukan bagi kasus-kasus korupsi lain seperti aliran dana BI ke DPR, atau kasus BLBI dan BPPN yang berlarut-larut.

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.