You're here: My Media Blogging » Jurnal Politik » Article: Parliament threshold tidak adil?
“Parliamentary threshold” atau batas minimal perolehan kursi sebesar 2,5 persen di DPR dinilai tidak adil karena akan menghilangkan suara rakyat yang telah memberikan suaranya. “PT dan ET (electoral threshold/batas minimum perolehan suara) menggambarkan ketidakadilan sistem politik,” kata Ketua Umum Partai Persatuan Daerah (PPD) Oesman Sapta, saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPD di Jakarta, Senin. — Sumber.
Hmm, bukankah esensi demokrasi bukan pada “apakah semua suara terwakili”, melainkan apakah “partai Anda cukup besar dan memiliki lumbung dana yang gemuk sehingga lebih memungkinkan untuk memperoleh banyak suara.” :P
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
mahyudin damis
Suara rakyat yg hilang — nantinya akan mengarah dengan sendirinya ke partai-parati besar dan memiliki visi misinya yg kurang lebih sama. “Parliamentary threshold” ini justru membuat rakyat merasa adil. Sebab, mereka tidak akan bingung lagi dengan banyaknya partai. Kebingungan rakyat dg banyaknya partai sudah terlalu sering kita lihat dan dengar baik di lapangan maupun di berbagai media.
February 17th, 2009 at 6:20 pm