You're here: My Media Blogging » Jurnal Politik » Article: Amien tidak ngotot
BERITA bagus buat para pesaing :P
Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan siap untuk kembali maju dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2009, namun ia juga mengaku tetap tahu diri dan tidak akan “ngotot” bila ternyata dukungan terhadapnya tidak mencukupi untuk menang. Link.
Mestinya memang begitu. Frasa “tahu diri” itu yang kerap dilupakan politikus kita.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
hadi sunaryo
saya penderita syndroma Amien Rais…setiap ada komentar dari amien saya naik pitam dan mengumpat umpat nggak karuan…….penghinaan pelecehan terhadap SBY dan pemerintah sudah nggak sopan nggak habis2nya dari Amien Rais….saya juga lulusan UGM, teman2 saya banyak dosen2 aktip 99.99999% memberi komentar tentang Amien NATO ( talk only no action) Amien membuat lubang kuburnya sendiri menjadi tokoh yang yang bertabiat buruk ( cacat perilaku ) tidak bisa ditiru…mengarahkan rakyat Indonesia membenci negara dan pemerintahannya sendiri mengobarkan kebencian dengan pemimpin bangsa yang sedang membangun dari keterpurukan …..kritik Amien sudah Basi dan hanya orang bodoh saja yang menganggap amien normal…..dibiarkan saja nanti kan modar dewe….nggak DKP, pelanggaran aturan Penerbangan, parlemen jalanan, sombong (riak) keminter rumongso apa saja salah nggak sesuai…dikit dikit whosingten dibawa bawa, modar kowe ditantang untuk mbeberkan 100 jt dolar SBY ….tekuk lutut …. mana ada ibu tidak memperbolehkan anak jadi presiden (terkutuk lah ibu yang melarang anaknya jadi presiden ) ANJING RAIS MENGGONGGONG KAFILAH YUDHOYONO TETAP BERLALU…..SAYA TETAP MENGHARGAI SIAPA SAJA YANG JADI PRESIDEN ( ORANG TERHORMAT ) DI INDONESIA
October 27th, 2008 at 11:52 am
eliza_cute
@Hadi Sunaryo
Saya kira ada yg perlu saya kritisi dari komentar anda di atas :
( Apa contoh penghinaan dan pelecehan yang anda maksud, dalam tataran kajian saya pikir komentar anda sangat tidak valid dan sama sekali tidak bisa dijadikan sandaran , tolong beri fakta yg riil, yg tabgible, dan yang memang publik bisa tau yg hak dan yg bathil dari yg anda maksdu )
( Itu prosentase dari mana, adalah data yg bisa membuktikan itu. SAya hanya melihat anda mencoba untuk mengeneralisir massa agar sependat dengan anda dengan membuat prosentase ngawur seperti itu, kalo anda orang yg berpendidikan saya pikir and amengerti kaidah survey dan penggunaan sebuah variable nilai di kasus ato sample )
( Ini yang saya pikir sangat2 konyol, saya sama sekali tidak melihat kearifan anda dalam mengkritisi sesuatu ,,, sekali lagi anda tidak dapat menunjukkan fakta yg tepat tentang hal ini )
( Hanya orang tolollah yang mampu berkomentar seperti anda ,,, kritik yg disampaikan amien rais justru ketika dilihat dari kacamata hukum internasional dan ekonomi global sangat cutting edge . Isu yg sekarang sedang berkembang di dunia luar memang seperti itu mas. SAya kira anda terlalu termakan dengan politik katak dalam tempurung yg hanya melihat Indonesia dari kacamata domestik ,,, sekali lagi anda yg tolol kalo menurut saya, buktikan bahwa saya salah! )
( Saya kira ini puncak ketidakarifan anda terhadap etika berkomentar di sebuah artikel atau forum …. saya kira semua pembaca telah mengerti ada di level mana kehidpan anda berada. Yang jelas saya berharap tidak ada orang indonesia yg seperti anda . Sangat kasar, tidak sopan, terpancing isu, mudah emosi apalagi,,, u name it!! )
Saya bisa mengajak anda debat terbuka di kalangan akademisi kalau anda mau!
Saya bukan orang yg mengagungkan amienrais ataupun figur lain. Yang saya sayangkan adalah cara2 masyarakat indonesia sendiri untuk mensikapi isu2 semacam ini.
January 23rd, 2009 at 3:32 pm