You're here: My Media Blogging » Jurnal Politik » Article: Iklan partai harus mendidik?
Simak berita berikut:
Selama ini iklan partai melalui media massa kurang mendidik, pasalnya hanya sebatas memperkenalkan nama partai dan visi-misi tetapi tidak memberikan pandangan terhadap politik berdemokrasi. “Media massa itu bagian penting dari proses sosialisasi politik,” kata DR Asep Saeful Muhtadi, pakar komunikasi UIN Bandung, Jumat. Ia mengatakan setuju partai politik yang memanfaatkan media massa untuk beriklan, selama media itu digunakan untuk mendidik masyarakat. Ia menyatakan, iklan partai politik yang mendidik melalui media massa ialah memberikan informasi yang seimbang baik dan buruknya politik. Masyarakat harus diberi informasi yang objektif, ucapnya.
Sumber: Antara.
Ini yang “telmi” siapa ya? Iklan memang tidak dibebani tugas untuk memberikan pendidikan. Tujuan utama iklan (iklan apapun) adalah meningkatkan awareness akan suatu produk (dalam hal ini partai). Dengan awareness itu diharapkan konsumen memilih produk dimaksud jika sewaktu-waktu membutuhkan produk itu. Apalagi ini iklan politik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Daddy Rohanady
Dengan iklan sebenarnya mendidik pemilik hak suara untuk menentukan pilihannya. Dengan melihat/membaca iklan, dia diharapkan sudah tercerahkan untuk kemudian memutuskan pilihannya. Persoalan apa keputusannya, sepenuhnya hal itu diserahkan kepada masing-masing. Jadi, selama iklan itu berhasil mempengaruhi audience-nya, iklan itu sudah mendidik. Oke?
October 29th, 2008 at 1:13 pm
Firman Firdaus
@Daddy, memengaruhi audiens untuk apa? Untuk memilih sang calon? Di mana letak pendidikannya?
November 1st, 2008 at 8:59 pm