You're here: My Media Blogging » Jurnal Politik » Article: Iklan partai harus mendidik?

Iklan partai harus mendidik?

Firman Firdaus — October 10, 2008 / 9:32 pm

Simak berita berikut:

Selama ini iklan partai melalui media massa kurang mendidik, pasalnya hanya sebatas memperkenalkan nama partai dan visi-misi tetapi tidak memberikan pandangan terhadap politik berdemokrasi. “Media massa itu bagian penting dari proses sosialisasi politik,” kata DR Asep Saeful Muhtadi, pakar komunikasi UIN Bandung, Jumat. Ia mengatakan setuju partai politik yang memanfaatkan media massa untuk beriklan, selama media itu digunakan untuk mendidik masyarakat. Ia menyatakan, iklan partai politik yang mendidik melalui media massa ialah memberikan informasi yang seimbang baik dan buruknya politik. Masyarakat harus diberi informasi yang objektif, ucapnya.

Sumber: Antara.

Ini yang “telmi” siapa ya? Iklan memang tidak dibebani tugas untuk memberikan pendidikan. Tujuan utama iklan (iklan apapun) adalah meningkatkan awareness akan suatu produk (dalam hal ini partai). Dengan awareness itu diharapkan konsumen memilih produk dimaksud jika sewaktu-waktu membutuhkan produk itu. Apalagi ini iklan politik.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. Daddy Rohanady

    Dengan iklan sebenarnya mendidik pemilik hak suara untuk menentukan pilihannya. Dengan melihat/membaca iklan, dia diharapkan sudah tercerahkan untuk kemudian memutuskan pilihannya. Persoalan apa keputusannya, sepenuhnya hal itu diserahkan kepada masing-masing. Jadi, selama iklan itu berhasil mempengaruhi audience-nya, iklan itu sudah mendidik. Oke?

    October 29th, 2008 at 1:13 pm

  2. Firman Firdaus

    @Daddy, memengaruhi audiens untuk apa? Untuk memilih sang calon? Di mana letak pendidikannya?

    November 1st, 2008 at 8:59 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Mutiara Andalas — Sdr. Firman Firdaus, terima kasih berkenan memposting tulisan kemanusiaan tersebut di sini.
  • Daus — @Fahmi, awas kejedot.
  • ARFIAN — salam, saya sangat tertarik menjadi kontributor dari Trans TV, untuk wilayah Sumba Timur.NTT. ketrampilan yang saya miliki sbb: menguasai teknik capture dan video ...
  • bencis — hahaha... justru bisa jd presiden amerika karena HANYA 4 taun jd anak menteng.. coba lebih lamaaa.. boro2 senator.. pol2nya jd koruptor kelas teri...
  • andi triandowo — Hukum mati koruptor... Luar biasa! Di negeri China koruptor yang telah di vonis mati di eksekusi di depan umum. Biaya eksekusi, ...
  • M Fahmi Aulia — ngakak guling2
  • khristianto — ups...that's it, another kind of slight dictatorism. though it's just a jealousy to share the chance...In fact, dance has many ...
  • juswan setyawan — Tokoh Yudi mengingatkan kita kepada Obama. Masyarakat Indonesia tidak berkeberatan bahkan mendukung Yudi terlepas apakah ia menjadi calon independen atau ...
  • Raul Jennings — a6cxk661j1nbeqlz
  • Noko — Kalai kerja di TransTV lohat sini dulu http://transtvnews.blogspot.com/