ADA berita menarik. Gus Dur menyatakan bersedia kembali dicalonkan menjadi presiden untuk Pemilu 2009. Dengan catatan: direstui oleh 5 kiai sepuh.
Saya tertarik dengan pernyataan Gus Dur soal “direstui oleh 5 kiai sepuh” itu. Mungkin itu menunjukkan bahwa Gus Dur masih bisa memainkan peran sebagai nahdliyin yang tetap memegang teguh tradisi. Bukan semata-mata sebagai politikus an sich yang haus kekuasaan. Tapi, tunggu dulu.
Seorang sumber dari Pondok Pesantren Buntet mengatakan bahwa berhubung di Buntet tidak ada lagi kiai sepuh, maka mereka manut apa kata Gus Dur. Di sisi lain, Gus Dur sendiri masih bertekad menjadi presiden karena ingin memperbaiki perekonomian Indonesia.
“Saya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk masalah perekonomian di negeri ini,” ujarnya.
Artinya, perkara mandat atau restu rasanya hanya eufemisme politik belaka. Gus Dur masih berambisi kembali ke singgasana yang pernah didudukinya. Salahkah? Tentu tidak. Ini politik.
Topik: Berita, Pilkada, Presiden
Komentar Terbaru